Pengertian, Ciri Khas dan Contoh Fotografi Jalanan (Street Photogaphy)

Street Photography
sumber : http://www.fotografi.lovelybogor.com/fotografi-jalanan/

Pengertian Fotografi Jalanan / Street Photography

Fotografi Jalanan atau biasa disebut dengan Street Photography adalah salah satu genre dari fotografi yang berfokus untuk memotret momen-momen yang terjadi dalam kehidupan manusia pada sebuah ruang publik.

Genre Fotografi Jalanan biasanya memperlihatkan sisi kehidupan manusia yang apa adanya tanpa sang fotografer tersebut mencoba untuk terlibat dengan obyek yang menjadi sasarannya. Dalam kata lain, sang fotografer memotret obyeknya tanpa ada perjanjian atau permintaan terlebih dahulu dengan orang yang menjadi obyek pada foto tersebut.

Oleh karena itu, genre street photography ini biasanya terlihat lebih natural karena diambil secara sembunyi-sembunyi karena obyek foto tersebut tidak menyadari jika dirinya sedang menjadi sasaran dari fotografer tersebut.

Ciri-ciri Fotografi Jalanan (Street Photography)

Tahukah sobat? meski namanya merupakan Fotografi Jalanan, tema ini sebenarnya tidak harus melulu dilakukan dijalan-jalan saja loh! Lalu, apa sebenarnya yang dimaskud dengan street photography ini? Dan apa ciri-ciri dari fotografi jalanan? Simak selengkapnya di bawah ini.

Foto diambil di Ruang Publik

Seperti yang saya katakan di atas, meskipun genre ini dinamakan fotografi jalanan atau street photography, pengambilan foto sebenarnya tidak harus dilakukan di jalan-jalan saja. Selama pengambilan foto dilakukan di tempat umum seperti taman, restoran, stasiun kereta api dan berbagai tempat umum lainnya, maka itu bisa dikategorikan sebagai street photography.

Obyek yang Tidak Dikenal

Ciri lainnya dari Fotografi Jalanan adalah obyek fotonya, orang yang menjadi obyek foto harus merupakan orang asing bagi fotografer tersebut.

Sebuah foto yang dilakukan di jalanan tetapi memanfaatkan model yang dibayar atau memiliki kaitan dengan sang pemotret tidaklah bisa dimasukkan dalam kategori street photography.

Pengambilan Foto tidak dibuat-buat

Sang fotografer jalanan biasanya tidak terlibat apalagi mencoba berinteraksi dengan obyek yang akan fotonya. Hal ini dilakukan agar sang obyek tetap bersikap natural seakan-akan tak ada yang ingin memotretnya.

Oleh karena itu, biasanya pengambilan foto dilakukan secara sembunyi alias candid.

Walaupun begitu, beberapa fotografer jalanan memandang hal ini bisa diabaikan dan mereka tetap berinteraksi dengan obyeknya.

Bisa berupa rangkaian cerita

Fotografi jalanan bisa berupa sebuah karya tunggal atau berseri yang menceritakan kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini, fotografi jalanan mirip dengan genre yang lain, yaitu foto dokumentasi.

Tema

Tema yang menjadi ciri khas genre ini adalah kehidupan sehari-hari. Seringkali hasil karyanya seperti membosankan, tetapi itu adalah ciri khas yang akan selalu ditemukan pada genre street photography, ini karena genre ini memang mengedepankan apa yang dilihat dalam keseharian manusia.

Genre ini berusaha menampilkan keindahan dari kehidupan sehari-hari manusia yang rata-rata membosankan.

sumber : http://www.fotografi.lovelybogor.com/fotografi-jalanan/

Pelopor Fotografi Jalanan

Kegiatan untuk memotret kehidupan di ruang publik sudah mulai dilakukan sejak abad ke-19 ketika Jacques Mande Daguerre mengambil foto jalanan dari jendela studinya.

Meskipun demikian, semua sepakat bahwa orang yang berhak mendapatkan gelar “Bapak Fotografi Jalanan” adalah Henri Cartier-Bresson. Ia-lah yang pada tahun 1950 mengeluarkan sebuah konsep yang bernama “decisive moment” atau momen kulminasi yang hingga kini terus bergaung di kalangan para penggemar genre ini.

Setelah itu lahir banyak sekali tokoh-tokoh yang mencuat namanya karena karya-karya mereka yang berintikan kehidupan di jalanan, seperti :

Bruce Gilden : Fotografer kontroversial yang merekam wajah-wajah orang asing yang ditemukannya di jalan. Ciri khasnya adalah ia memotret dalam jarak yang sangat dekat dengan obyek fotonya dan menggunakan flash atau lampu kilat.

Vivien Maier : seorang pengasuh anak yang di waktu senggangnya memotret emosi- di jalanan kota New York dengan kamera analognya. Hasil karyanya mencapai ratusan ribu foto dan 150.000 foto di antaranya masih dalam bentuk negatif film yang belum dicetak.

Silakan lihat hasil karyanya di sini .

Erik Kim :  Anak muda dari Amerika Serikat berdarah Korea ini merupakan salah satu fotografer jalanan andal yang berkeliling dunia untuk memberikan workshop di berbagai negara tentang fotografi jalanan.

Ia juga memberikan berbagai panduan dan tips tentang genre ini secara gratis di website-nya di sini (dalam bahasa Inggris).

Tips Fotografi Jalanan

Melakukan fotografi jalanan tidak lah sulit. Genre ini juga tidak memerlukan kamera khusus berharga mahal atau juga perlengkapan penunjang lainnya. Sebuah smartphone berkamera 5-10 MP (Megapixel) pun sudah cukup untuk melakukannya.

Ada beberapa tips , dari teman kita yang merupakan penggemar fotografi jalanan yaitu Anton Ardyanto yang berkaitan dengan cara pengambilan foto yang bertema fotografi jalanan. Berikut, tips-tipsnya.

  1. Pelajari teknik dasar fotografi. Bagaimanapun sederhananya, genre ini tetap adalah bagian dari fotografi.  Memahami beberapa prinsip dasar fotografi seperti Rule of Thirds atau Aturan Sepertiga akan sangat membantu dalam menghasilkan foto yang baik.
  2. Jangan mencolok. Kehadiran orang asing dengan kamera besar di sebuah lingkungan bisa menimbulkan kecurigaan dan orang biasanya cenderung bersikap defensif dan tidak alami. Oleh karena itu, sebisa mungkin pakailah pakaian yang biasa saja. Ini juga alasan mengapa kamera smartphone adalah kamera yang terbaik bagi fotografi jalanan karena ukurannya yang kecil dan tidak mencolok.
  3. Belajar bergaul dan berkomunikasi. Sepertinya tidak berkaitan tetapi kebanyakan fotografer jalanan akan berhadapan dengan lingkungan yang mereka tidak kenal.  Untuk bisa meninjau situasi dan mencari obyek seringkali pendekatan harus dilakukan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari orang-orang di sekitar. Berbaur sangat disarankan
  4. Kenali lingkungan.  Sebuah foto bukan hanya membutuhkan sebuah fokus atau subyek, ada bagian lain di dalamnya seperti background. Juga tingkah laku manusia di sebuah kawasan dengan kawasan lainnya berbeda. Oleh karena itu, pengenalan situasi dimana akan memotret harus dilakukan.  Dengan begitu, seorang fotografer jalanan bisa memilah mana tingkah laku yang akan menarik untuk difoto dan juga latar belakang serta elemen-elemen lain yang bisa dipergunakan.
  5. Bersabarlah.  Tidak semua tingkah laku manusia menarik untuk direkam. Seorang fotografer jalanan harus bersikap seperti singa atau pemburu di hutan, sabar menunggu sasaran dan momen.
  6. Selalu siap sedia. Ada alasan mengapa para fotografer jalanan gemar memakai mode auto dibandingkan mencoba setting sendiri. Waktu yang tersedia seringkali tidaklah banyak, mencoba mengatur settingan kamera sesuai yang diinginkan bisa berakibat kehilangan momen menarik. Itulah sebabnya biasanya fotografer jalanan akan membuat kameranya berada pada posisi yang selalu siap sedia.
  7. Pelajari pencahayaan alami.  Fotografer jalanan akan selalu berusaha seringkas mungkin dan tidak memancing perhatian. Oleh karena itu, mereka harus terbiasa memanfaatkan sesuatu yang ada, termasuk dalam pencahayaan. Tidak mungkin membawa lampu sorot dan penggunaan flash pun tidak disarankan. Satu-satunya cara adalah dengan memanfaatkan sumber cahaya yang ada, seperti sinar matahari. Perhatikan posisi matahari saat mengambil foto.
  8. Lakukan eksperimen. Jangan terpaku pada satu tempat atau satu teknik saja. Lakukan pemotretan dengan berbagai variasi baik dalam hal setting kamera, ataupun obyek foto, atau juga sudut pengambilan. Hal ini akan membantu menemukan yang terbaik.
  9. Pergunakan contnous shooting.  Jalanan penuh obyek yang bergerak. Jadi, kadangkala menggunakan teknik pengambilan foto secara terus menerus selama beberapa detik bisa menghasilkan foto yang menarik.
sumber : http://www.fotografi.lovelybogor.com/fotografi-jalanan/

Demikian artikel tentang Penjelasan dan Contoh Fotografi Jalanan (Street Photogaphy) ini, semoga dengan adanya artikel ini, pengetahuan sobat tentang Fotografi Jalanan / Street Photography sedikitnya bertambah. Jangan lupa share jika dirasa bermanfaat dan sampai jumpa dengan artikel fotografi kami selanjutnya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.